Guri: "Everything is impossible is possible because of you."
Seperti yang sarat dan tenggelam, seperti puisi yang terbakar sebelum sampai, seperti kau dan aku. Dengan dua Tuhan, dua dunia, dua jiwa yang berbeda, secara eksplisit saling bertabrakan, dan disinilah kita, terjebak dalam keabu-abuan antara cinta dan kasih sayang atau pergi dan kembali kepada Tuhan masing-masing. Yang satu percaya bahwa miliknya lebih baik, yang satu lagi percaya bahwa miliknya tidak pula seburuk itu. Dari itu saja, sudah membuktikan bahwa semua diantara kita sudah berakhir tanpa harus repot-repot memulai.
Lalu, kenapa kau begitu keras kepala? Aku sudah bilang, aku mencintainya yang sudah jelas dari segi manapun selaras dengan ku daripada kau yang jelas-jelas adalah semua yang bertentangan dengan ku.
Tapi kau dengan sombong dan gigihnya berkata: "Kamu mencintai dia, akupun mencintai mu, seperti kepercayaan yang kita miliki masing-masing. Aku percaya, aku ada di sana, di dalam hatimu, diantara bayang-bayang dirinya yang kau cintai."
Pantaskah aku untuk bertahan hanya karena ucapan mu terdengar menjanjikan? Bukan karena kau tak pantas adalah alasan aku harus meninggalkan mu, bukan karena jiwaku sudah menjadi milik orang lain, melainkan karena dunia yang sudah kau bangun itu, aku tidak ingin kau hancurkan hanya demi bersama ku, dunia dan Tuhan mu itulah alasannya, segala yang tak mungkin malah kau bawa ke hadapan ku, kau pikir aku manusia macam apa? Kau pikir aku teguh untuk tidak menyatakan bahwa kau benar, kau ada di sana, perlahan dan pasti datang mengaburkan bayang-bayang dirinya yang tak menerima cinta ku.
Aku menanti dia dan kau menanti ku, terimakasih sudah menjadikan ku penjahat paling ironis di semesta. Rasanya ingin sekali ku menampar wajahmu yang sombong itu dan ingin sekali ku hancurkan kegigihan mu itu yang percaya bahwa aku akan kembali padamu. Aku benci padamu karena kau benar. Aku dan semua puisi ku untuk dia, dan kau yang menghidangkan seluruh dunia mu padaku. Kau yang dengan tidak sepantasnya masuk, kini dunia siapa yang runtuh lebih dulu? Duniaku?
Bisa ku sebutkan sampai seribu satu malam tentang betapa banyak ketidakmungkinan diantara kita, bahwa apa yang kita sebut "Milik kita" ini hanya omong kosong dengan iming-iming penyatuan sebagai akhir. Pergilah dariku, pergilah sebelum aku terlanjur menyerah. Aku tahu, akulah yang akan terluka, kau mungkin terluka saat ini dengan keabu-abuan yang ku selipkan diantara betapa manisnya kita sewaktu-waktu. Tapi, siapa yang sebenarnya akan mati adalah diriku, Tuhanku menganggap ini sebagai dosa, dan Tuhanmu menganggap ini sebagai kehidupan lain sebelum kehidupan berikutnya yang lebih indah.
Percayalah padaku, duniaku tidak akan memberikan apapun sebaik dunia yang kau miliki sekarang. Berhentilah mencoba menyelaminya, kau semakin menghancurkan ku dengan keraguan dan kerinduan. Berhenti membuat ku berharap bahwa kau sungguhan akan memilih Tuhan-ku. Karena maafkan aku, karena aku tidak akan pernah bisa satu pihak dengan Tuhan-mu dan sialnya, meskipun kau sudah tahu itu, kenapa masih mencoba merekatkan dunia kita? Apa kau gila?
Jangan membuat seolah semuanya mudah, jangan membuatnya seolah-olah tidak apa-apa. Kau bertindak seperti secara tersirat mengatakan padaku: "Lalu? Kalau tidak ada yang sama diantara kita, atau tidak ada yang mungkin menyatu diantara kita, lantas, apakah perasaan ku akan berubah? Ini juga dari Tuhan, baik Tuhan-mu ataupun Tuhan-ku."
haha
BalasHapusdunia begitu jahat kepada AKU dan DIA
BalasHapus