Guri: "I gave you the world."

Aku memberimu dunia, termasuk segala isinya, termasuk yang omong kosong itu, termasuk cerita di sudut-sudut jalan, termasuk kisah cinta romantis di tengah hujan, di dalam cafe hangat dalam suasana remang-remang. 

Aku kira aku akan berhenti menulis tentang 'Ah, sialnya keindahan mu' itu, rupanya tidak. Semakin aku menulis tentang mu, semakin aku yakin bahwa kau memang bukan untukku. Bisa jadi, aku sebenarnya mencintaimu yang di dalam tulisan ku, bukan apa sebenarnya kamu yang hidup diluar sana. Lalu, apa yang ku lakukan, kalau begitu? Mencintai fiktif buatan ku, atau mabuk karena ketidakmungkinan menggapai mu? 

Kamu menodai kanvas dan rumahku dengan buaian cinta yang dipaksa untuk di agung-agungkan, aku yang memilih untuk mencintaimu dan aku yang berdarah-darah melupakan mu. Tidak pernah ada yang di mulai dari kita, tidak ada yang perlu diakhiri. Kamu benar menyebut ku, mati ditangan sendiri. Tapi sebagai penulis sekaligus manusia, aku benar-benar tenggelam dalam ketidakberdayaan mencintai sosok mu itu yang jelas sudah memantapkan hati untuk orang lain. 

Aku jatuh cinta sampai membuat mu dalam versi paling ideal dalam dunia ku, lalu aku berikan dunia itu padamu untuk kamu hancurkan lagi dan untuk ku bangun lagi. 

Komentar

Postingan Populer