Guri: "Oh my dear Artist."

Kekacauan gila, terjaga dari matahari bangun hingga matahari bangun lagi, kelebihan kafein, bercinta dengan kertas, kata, kuas, menari di tengah rongsokan inspirasi, memuja udara untuk ide-ide lainnya yang lebih fantastis. Yang bisa mengguncang dunia, yang bisa menyelematkan jiwa yang tenggelam, membangkitkan bunga yang layu, mendorong yang berhenti bergerak. 

Oh ternyata beginilah kehidupan seniman, kenapa mereka mati begitu cepat sebelum bisa merubah dunia seperti ilmuwan. Kami tidak gila, hanya kelebihan. Kelebihan kecintaan pada kefanaan. Terobsesi untuk menciptakan sesuatu, sekedar ingin menyelamatkan diri sendiri. 

Ini bukan sesuatu yang beracun, karena bagaimanapun, kami hidup dan menerima dunia manusia yang bosan abu-abu ini dengan lapang dada, tapi kami lebih hidup dan liar lagi di dunia kami sendiri. Tidak dimana-mana tetapi di dunia kami sendiri. 

Ku tuliskan surat cinta ini untukmu, agar kau tahu aku seorang penulis yang menggunakan kata-kata sebagai alasan untuk makan, untuk bangun, untuk bergerak, untuk menarik nafas. Berkarya itu seperti jati diri, tidak dibaca atau di lihat siapapun tapi sekedar tahu itu lahir saja sudah merupakan kemenangan paling mutlak.

Karena itu, jejak tinta yang berserakan, tumpahan cat dan kafein itu, berjongkok di tepi comberan, atau terguling di tengah kamar. Itu bagian dari hidup. Proses dari melahirkan sesungguhnya 'Mahakarya' itu. Karena inspirasi mewah memiliki tingkat kelangkaan tingkat tinggi. Sekejap saja langsung hilang jika terlambat. Sungguh menakjubkan, bukan? 

Komentar

Postingan Populer