Guri: "Better without you."

Ada cerita yang bilang, "Tuhan tidak mempertemukan seseorang dengan tidak sengaja."

Pada masa-masa yang lalu, yang masih sama indahnya dan sama sakitnya. Kita pikir, kita tidak akan bisa tanpa orang itu, karena siapa yang membantu kita berpijak, yang membantu kita berjalan, yang membantu menjaga jalan kita tetap lurus adalah orang itu

Sampai di titik dimana kita yakin bahwa kita tidak akan bisa lagi tanpa orang itu, bahwa kita akan langsung hancur lebur, tercerai berai, bahkan mungkin seluruh etensitas yang membangun kita juga akan runtuh jika kehilangan orang itu. Maka, kita pun terus bertahan, terjaga setiap saat demi memastikan dia masih ada di samping kita. 

Kita pun jadi buta, bahwa sebenarnya yang menghalangi kita melihat cahaya itu, adalah dia. Tapi kita menyangkal, karena tidak mungkin, kan? Dia yang menyelamatkan kita, dia juga yang menghancurkan kita?

"Itulah alasannya Tuhan pertemukan."

Semata-mata agar kita akhirnya harus berdiri sendiri, keputusan yang kita buat untuk pergi, atau sekedar mengizinkan pikiran tentang, "Dia penyebabnya." Diterima oleh akal sehat kita adalah sebuah langkah dahsyat untuk menghancurkan dinding yang selama ini menghalangi kita melihat matahari dengan mata kepala sendiri, selama ini kita hanya berada di bawah naungan orang itu. Dibawah matahari buatan yang diberikannya.

"Seindah apapun dan senyaman apapun dia membangun sangkar emas itu untuk mu, kamu pasti akan tetap ingin pergi dan terbang lebih tinggi, bahkan jika dia sampai mematahkan sayap mu, kamu akan memilih merangkak untuk melihat lebih banyak lagi. Karena ketidak-berhinggaan semesta membuat mu berangan-angan melebihi sekedar langit-langit sangkar itu."

Lalu, kehebatan kita disana, ketika memutuskan mendorong dia dan memutuskan untuk berdiri disini di antah berantah. Ketika kita sadar bahwa hidup dibawah bayangan orang lain tidak membuat kita menjadi cahaya, walaupun kita tahu bahwa kita terlalu rentan tanpa cangkang tapi tetap memilih untuk menapak sendiri. Itu berarti, kita telah memilih untuk hidup bahkan dengan meninggalkan mereka yang pernah menjadi alasanmu untuk bertahan demi esok hari.

Tapi esok hari kali ini, kamu lakukan untuk dirimu sendiri. 


Komentar

Postingan Populer