Guri: "Tell me that you love me without telling me that you love me."

"Katakan padaku kamu mencintaiku tanpa memberitahu ku bahwa kamu mencintaiku," katanya.

"Kamu serius menanyakan itu padaku?" Itulah jawaban ku pada saat itu. Andai aku tidak menganggap itu sebagai sekedar pertanyaan lelucon, seharusnya kamu masih disini.

Masih maukah kamu mendengar jawabanku untuk pertanyaan waktu itu? 

••

Dearest.... 

Aku mengagumimu dalam setiap kegagalan yang menimpa mu, aku tidak punya kekuatan untuk menjaga mu tetap dekat, dari caramu berbicara, dari caramu memainkan alat musik favorit mu, dari bagaimana mata mu berkilau terhadap sesuatu yang kamu sukai. Aku tahu, aku telah jatuh kepadamu terlalu dalam.

Semua omelan mu itu, terdengar seperti sayup-sayup ombak yang memecah batu karang, begitu ramai tapi menenangkan. Aku ratap punggung lebar mu yang seolah seperti menarik ku untuk menepuk pundak mu lalu bilang, "Semua jadi baik-baik saja karena kamu disini."

Andai aku punya cukup waktu untuk menulis dan segera memberikan untaian-untaian dan omelan-omelan ku tentang keindahan mu kepadamu tepat waktu. Akankah aku bisa mempertahankan mu sebanyak aku menyimpan kamu di dalam kata-kata ku sekarang ini? 

"Sebagai penulis, seharusnya jangan simpan seseorang di dalam karyamu," kata mereka.

"Justru karena aku bisa menyandang gelar itu, aku bisa menyimpan keindahannya dan memberi tahu kalian semua, bahwa dia berharga," jawabku.

Tapi mungkin saat menjawab itu, aku lupa memikirkan resiko bahwa kamu sebenarnya bukan milikku dan kenyataan yang memukul itu mengubah seluruh susunan tulisan ku menjadi: "Hanya untuk kamu." 

Tapi biarlah begitu, sayangku....

Jadi, jika kamu benar meminta ku memberi tahumu bahwa aku mencintaimu tapi tanpa bilang bahwa aku mencintaimu, maka seharusnya hari itu, aku akan menjawab seperti ini:

"Aku akan menulis tentang mu hingga mereka yang membacanya ingin tahu, siapakah dirimu itu?" 











Komentar

Postingan Populer