Guri: "I thought you understood me the way i wanted to be understood."

Kamu .....

Aku mengira, kamu mengerti aku sebagaimana aku ingin dimengerti. Aku kira kamu mengenal aku sebanyak apa yang aku duga kamu ketahui tentang aku. Aku hanya menduga, kamu tidak akan pernah memberi tekanan yang sama padaku seperti yang dilakukan banyak orang. 

Aku tidak salah dan kamu tidak benar. Manusia itu sungguh beragam memang. Aku hanya tidak menduganya, bahwa twist untuk kita itu akan menjadi seperti ini. Kamu mengharapkan lebih banyak dariku dan aku yang tidak bisa menyalakan satupun dari harapan itu membawa kita sampai ke tanduk yang paling ujung. 

Aku bukan berharap dan bukan pula begitu yakin bahwa sungguh kau akan mengerti diriku sebanyak itu. Aku ulangi, aku hanya tidak menduga bahwa kamu juga akan menghakimi ku. Bahwa bahkan kamu pun, menyudutkan ku. 

Aku tidak ingin menyerah padamu, aku tidak ingin dimiliki pikiran bahwa aku benar mulai lelah dengan dirimu. Jika benar aku egois karena menginginkan mu tetap sama tanpa mengharapkan imbalan yang setimpal dengan itu, maka sebutlah aku begitu egois. Dan, ya. Aku tidak bisa. Aku tidak bisa memberikan apa yang kamu mau itu. Aku tidak cukup mampu.

Aku dilanda kelelahan yang tidak berkesudahan, bahwa aku mencari bantuan di sana-sini setengah mati dan yang ku harapkan bukanlah kekecewaan darimu atas kemunduran yang aku berikan. Aku tidak ingin terlihat menyedihkan, aku juga tidak ingin disalahpahami oleh dirimu tapi bahkan kamu yang bukan lagi orang awam tentang diriku, masih bisa menyalahpahami ku untuk sesuatu yang diluar kendali ku.

Aku mendambakan sebuah istirahat hampir setiap waktu, sementara kamu adalah jiwa yang begitu indah dan bersemangat, aku lelah jika harus berada di samping mu terus menerus dimana aku mulai tidak bisa menjadi diriku sendiri di dekat mu dan itulah mimpi buruknya. Kamu salah paham.

Aku tidak memiliki jiwa yang begitu berapi-api seperti dirimu dan kamu terus membuat ku terbakar hanya dengan interaksi diantara kita. Kamu terus mendesak ku kesana kemari, menghabiskan lebih banyak waktu bersama sementara aku bahkan perlu waktu yang begitu panjang untuk pulih. 

Entah bagaimana cara mengkomunikasikan ini tanpa membuat mu menganggap ku hanya sekedar beralasan dan bertele-tele. Kondisi ku serius, aku rawan dan aku khawatir. Aku menginginkan mu tetap dekat tapi seolah mustahil tanpa membuat mu membakar ku. 

But both you and i, we are just humans who burn each other. And I even think it's true, maybe we should part and turn to ashes in peace, and maybe indeed we're not belong to each other 

Dan aku tidak menyalahkan mu atas apapun. 


Komentar

Postingan Populer