Guri: "After You."

Ada kutipan seperti ini:

"There was before you."
"And there was during you."
"For some reason, I never thought there would be an after you." 

Aku memikirkan kutipan ini beberapa saat. Ada masa dimana aku pertama mengenal mu, tidak menduga akan sejatuh cinta ini bersama mu. Lalu kemudian, melewati hari-hari yang diisi dengan kesenangan, mencari perhatian mu sampai kemudian kau pergi. 

Tanpa sadar sudah ku lewati fase-fase itu demi hanya mencoba menjadi lebih dekat untuk menggenggam mu. Mungkin benar, kita itu tidak bisa berkerja sama. Aku suka padamu dan kau yang tidak tahu menahu soal itu. Mau ku usahakan bagaimana pun, hukum alam tidak begitu. 

Percayalah, aku begitu menikmati waktu-waktu itu. Saat mata kita bertemu sepersekian detik, jemari kita tidak sengaja bersenggolan, sedikit bercengkrama bersama. Bagaimana kamu menyebut namaku. Itu masih terlalu membekas untuk dibiarkan larut bersama kenangan. 

Jika kita itu benar terlalu abu-abu untuk berwarna, maka biarlah begitu. Jika dalam keabu-abuan itupun aku masih mempunyai alasan untuk jatuh padamu. Maka dengan kesadaran penuh, aku akan jatuh lagi. 

Karena aku pun berharap untuk tidak pernah ada fase, "Setelah dirimu."

Komentar

Postingan Populer